Speris dan Sanberris

Sekilas Mengenal SPERIS dan SANBERRIS


Biro Dana Pensiun BAPEPAM-LK Departemen Keuangan telah mengeluarkan Surat
No.
S.413/BL.12/2008 Tanggal 26 maret 2008 perihal :
Penerapan Sistem Pengawasan Berbasis Risiko, apa dan
bagaimana Sistem Pengawasan Berbasis Risiko.
) 

 

admin
Normal
windows
2
0
2008-07-01T04:27:00Z
2008-07-02T10:33:00Z
2008-07-02T10:33:00Z
1
606
3460

28
8
4058
11.5606

Clean
Clean
0
0

false
false
false

MicrosoftInternetExplorer4

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
table.MsoTableGrid
{mso-style-name:”Table Grid”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
border:solid windowtext 1.0pt;
mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-border-insideh:.5pt solid windowtext;
mso-border-insidev:.5pt solid windowtext;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Beberapa waktu
yang lalu BIRO DANA PENSIUN BAPEPAM-LK DEPKEU Telah mengeluarkan Surat
NO.S-413/BL.12/2008 Tanggal 26 MARET 2008 Perihal :
Penerapan  Sistem  Pengawasan  Berbasis Risiko.

 

Tujuan Dari Penerapan
Sistem Pengawasan Berbasis Risko adalah :

 

1.       Untuk menentukan
kemungkinan kegagalan suatu dana pensiun
dalam memenuhi kewajiban kepada peserta, dan

2.       Untuk menentukan
pengaruh dari kegagalan satu dana pensiunterhadap
industri dana pensiun secara keseluruhan atau sektor keuangan.

 

Dalam Penerapan
Sistem Pengawasan berbasis Risiko mengenalkan sejak dini Risiko Utama
dari Dana Pensiun yakni :

 

1.       Ketidakmampuan dalam
memenuhi kewajiban yang telah dijanjikan kepada Peserta.

2.       Ketidakmampuan menyediakan
dana untuk
memenuhi kewajiban.

 

Dua kebijakan
baru seputar pengawasan Dana Pensiun yang akan diterapkan
oleh Biro Dana Pensiun
BAPEPAM-LK diberi nama beken Sistem Pemeringkatan
Risiko (SPERIS) dan Sistem Pengawasan Berbasis Risiko (SANBERRIS).
SPERIS merupakan Suatu sistem yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan risiko dengan menentukan probabilitas terjadinya risiko dan dampak
kegagalan dana
pensiun memenuhi kewajiban kepada Peserta dan SANBERRIS merupakan sarana atau mekanisme untuk mengurangi risiko itu sendiri.
Atau dengan bahasa mudahnya
SPERIS dipahami sebagai tolok ukur risiko
berdasarkan modul yang disepakati sedangkan SANBERRIS merupakan sarana atau mekanisme untuk mengurangi risiko.

 

Pada SPERIS terdapat sembilan modul untuk pemeringkatan
risiko dengan mengacu pada tiga
elemen penting yaitu risiko bawaan, manajemen dan pengendalian serta pendanaan.
Sembilan
risiko itu, jika diabaikan mengarah pada persoalan
yang sama yakni terjadinya ketidakcukupan atau potensi ketidakcukupan pendanaan untuk membayarkan kewajiban kepada Peserta.

 

Sembilan risiko
dimaksud dan yang harus kita kenali
adalah :

 

1.       Risiko Desain dan Strategi.

Setiap pilihan Program Dana Pensiun tentu ada dasarnya. Jika memilih
Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) atau Program Pensiun Iuran Pasti
(PPIP), maka sejak dini para Pendiri,
Dewan Pengawas dan Pengurus harus
sudah tahu bahwa tanggungjawab dari masing-masing program jejas sangat berbeda.

Pada program PPMP Risiko pendanaan dan hasil
investasi ada pada Pendiri. Sedang untuk
program PPIP risiko pendanaan
dan hasil investasi ada pada
Peserta.

2.       Risiko Kepengurusan.

Jangan salah memilih Pengurus. Tingkat profesionalitas
dan kompetensi SDM Pengurus DAPEN harus diperhatikan Pendiri.
Standarisasi Pengurus melalui lembaga sertifikasi profesi merupakan bagian dari meningkatkan
pengelolaan DAPEN.

 

3.       Risiko Tata Kelola.

Prinsip-prinsip tata kelola yang utama berupa tranferancy,
akuntabilty, responsibility, independency dan fairness adalah lentera.
Pengelolaan DAPEN harus mengacu
pada prinsip itu.

 

4.       Risiko Operasional.

Sistem dan
prosedur baku sangat diperlukan dalam pengelolaan DAPEN. Ini cara
kunci untuk menghindari kecurangan atau fraud dalam kompleksitas penanganan organisasi serta proses bisnis.

 

5.       Risiko Iuran.

Penyetoran iuran (Iuran Tambahan
apabila ada dan Iuran Normal) harus disetor tepat
pada waktu dan tepat jumlah.
Ini kunci
pengelolaan risiko Iuran.

 

6.       Risiko Pengelolaan Kekayaan.

Optimalisasi kekayaan
merupakan tanggungjawab Pengurus, mengacu pada prinsip keamanan,
sambil tetap memperhatikan target yang ditetapkan
oleh Pendiri.

 

7.       Risiko Kinerja.

Pengurus diharapkan
dapat memenuhi target pengambangan kekayaan DAPEN sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Pendirinya.

 

8.       Risiko Legal.

Setiap perikatan perjanjian dengan mitra kerja
harus didukung dengan dokumen legal dan hindari klausa
yang berpotensi merugikan.
Dengan demikian
bisa dihindari potensi kerugian dari sisi legal.

 

9.       Risiko Pendanaan.

Pendanaan merupakan kewajiban DAPEN untuk kepentingan penerimaan manfaat peserta. Pendiri punya kewajiban
membayar iuran secara tepat waktu
dan tepat jumlah.

 

Kunci utama keberhasilan DAPEN dalam menerapkan SPERIS dan SANBERRIS adalah DAPEN harus sudah menerapkan
Tata Kelola Yang Baik Dana Pensiun.

 

 (Tulisan ini dikutif dari
majalah Info DANA PENSIUN edisi
24 Mei-Juni 2008 oleh Sek Dapentel)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: