Memilih Penghasilan Hari Tua

Dikirim: Sabtu 05 Jan 2008 11:38 am    Judul: Balas dengan kutipan

MEMILIH PENGHASILAN DI HARI TUA

Menabung Rp 100 ribu sekarang, saat pensiun dapat Rp 1,2 juta per bulan.

SUSI, 24 tahun, sibuk mencari informasi bagaimana menginvestasikan
tabungannya agar dapat digunakan di hari tua. Maklum, kantornya tidak
ikut program asuransi.

“Teman sih nyaranin biar ikut program dana pensiun saja,” ujarnya.

Sebagai karyawan di perusahaan multinasional, kantornya menggunakan
sistem kontrak yang diperpanjang setiap dua tahun sekali. Gajinya sih
jutaan, tapi tidak ada fasilitas asuransi, apalagi program pensiun.

Susi mulai gelisah menghitung masa depannya kelak, ketika kontrak tidak
diperpanjang. Dia mulai melirik tabungannya selama setahun agar bisa
dijadikan sandaran pensiun kelak, melalui investasi. Apa pilihannya,
Susi masih bingung.

Mike Rini dari Money for Wealth menyarankan, program dana pensiun
merupakan pilihan terbaik. Salah satu kelebihannya, dana yang
diinvestasikan di program ini tidak dikenakan pajak. “Kalau investasi
yang lain kan dikenakan,” katanya.

Kelemahannya, dia menjelaskan, Anda tidak bisa mengambilnya sebelum
waktu masa pensiun yang telah disepakati. Kalaupun bisa, hanya total
setoran saja.

Secara umum, Mike mengatakan, ada dua lembaga penyelenggara dana
pensiun. Pertama, dana pensiun pemberi kerja. Kantor yang akan
menabungkan uang karyawan, mengelolanya, dan ketika pensiun uang
tersebut dikembalikan dalam bentuk pensiun. “Umumnya ini terjadi di
kantor pemerintahan,” katanya.

Sedangkan kedua, dana pensiun lembaga keuangan (DPLK). Ini dana
pensiun yang dikelola oleh lembaga keuangan. Di Indonesia,
diselenggarakan oleh bank dan perusahaan asuransi.

“DPLK ini bisa diikuti oleh perusahaan swasta atau perorangan, seperti Susi,” ungkapnya.

Yang harus diperhatikan dalam memilih lembaga keuangan ini, menurut
Mike, reputasi dari lembaga bersangkutan. Kredibilitas itu, katanya,
sangat penting mengingat dana pensiun itu secara sederhana sama dengan
menabung di saat muda dan menikmatinya di hari tua.

Kemudian, manfaat program pensiun yang ditawarkan. Biasanya yang
ditawarkan oleh DPLK adalah program pensiun iuran pasti (defined
contribution). DPLK sudah menentukan iuran terlebih dulu kemudian baru
dihitung manfaatnya.

Selain itu, saat peserta pensiun atau program berakhir akan dibelikan
anuitas seumur hidup ke perusahaan asuransi jiwa. “Kita juga harus
melihat perusahaan asuransi jiwa yang digunakan, kredibel tidak?” ujar
dia.

Kata Ketua Asosiasi Asuransi Indonesia Hotbonar Sinaga, pada
dasarnya tidak ada perbedaan berarti antara DPLK yang diselenggarakan
oleh bank dan asuransi. Perbedaannya hanya pada saat jatuh tempo waktu
pensiun saja.

Kalau mengikuti program dana pensiun di bank, setelah waktu pensiun
ditawarkan mengikuti program asuransi untuk pembayaran klaim setiap
bulannya. Sedangkan pada asuransi, itu tidak perlu dilakukan.

Limit yang ditentukan oleh Departemen Keuangan, yaitu untuk total
dana kurang dari Rp 36 juta, peserta boleh langsung mengambil semuanya.
Lebih dari itu, pengambilan tunai hanya boleh dilakukan sebesar 20
persen dari dana yang ada dan sisanya dikembalikan dengan cicilan
setiap bulan.

Mengenal usia pensiun yang bisa diambil oleh peserta, biasanya
sekitar 55 tahun. Dapat dipercepat menjadi 45 tahun ataupun diperlambat
sampai usia 65 tahun. “Hampir semua DPLK menyediakan kemudahan itu,”
katanya.

Sebagai contoh, mari lihat DPLK AIG Lippo. Menurut Deputi Presiden
Direktur dan Kepala Marketing AIG Lippo, S. Budisuharto, perusahaannya
mempunyai dua program dana pensiun: perorangan dan perusahaan.

AIG Lippo mempunyai ragam pilihan investasi yang dapat dipilih oleh
nasabah. “Kami punya pilihan investasi berupa deposito dan obligasi,
ada yang 100 persen deposito dan variasinya dengan obligasi,” katanya.

Mengenai besaran bunga yang digunakan, menurut Budisuharto,
mengikuti perkembangan yang ada. “Misalnya saja sekarang besarnya bunga
deposito sebesar 10 persen per tahun. Itu yang kami pakai,” katanya.

Lain lagi dengan BNI’46. Menurut Staf Pemasaran DPLK BNI’46, Evi,
perusahaannya menawarkan empat pilihan investasi: 100 persen deposito,
65 persen deposito dan 35 persen obligasi, 75 persen deposito dan 25
persen obligasi, serta 50 persen deposito dan 50 persen obligasi.

Usia pensiun yang ditawarkan BNI’46 dari 50-70 tahun. Apabila
peserta meninggal dunia di tengah jalan, total dananya dikembalikan
langsung ke ahli waris. Seandainya peserta mengalami pensiun dini
(pensiun dipercepat) maka yang dikembalikan secara langsung adalah
akumulasi iuran tanpa bunga.

Bunganya dikembalikan setelah masa pensiun yang dipilih peserta jatuh
tempo. Setelah itu, kata Evi, dilihat kembali apakah jumlah bunganya
kurang atau lebih dari Rp 36 juta. Kalau kurang, langsung diambil
tunai. Kalau tidak, bisa diambil tunai sebanyak 20 persen dari total
bunga dan sisanya dicicil.

Selain itu, BNI juga menawarkan dua jenis pengembalian dana
pensiun: cicilan lebih rendah, tapi pada saat usia 70 tahun, total dana
terkumpul dikembalikan penuh. Atau, program pengembaliannya lebih
besar, tapi tidak ada pengembalian total dana.

Sebagai asumsi, misalnya saja saat ini Anda berusia 30 tahun dan
membayarkan dana pensiun Rp 100 ribu per bulan. Apabila Anda memilih
waktu pensiun 60 tahun, Anda punya waktu 30 tahun. Dengan tingkat bunga
deposito sekitar 10 persen per tahun, maka dana yang terkumpul menjadi
Rp 191 juta.

Untuk program biasa, peserta mendapatkan uang per bulan Rp 1,6 juta.
Nah, kalau mengikuti program yang pengambilan dana total di usia 70
tahun, setiap bulannya peserta hanya menerima Rp 1,2 juta.

Sekarang terserah Anda mau pilih yang mana! EVY FLAMBOYAN MINANDA
_________________
Ngopi-ngopi sambil belajar menjadi orang bijaksana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: