Manajemen Risiko

Minggu, 13/05/2007

Senjata ampuh manajemen risiko

oleh :

Judul Buku: Enterprise Risk Management (Panduan Komprehensif bagi Direksi, Komisaris, dan Profesional Risiko)

Penulis: James Lam

Penerbit: Ray Indonesia

Cetakan: 2007

Tebal: xvi + 312 halaman

Harga: Rp90.000

Manajemen risiko menjadi keharusan dalam mengelola perusahaan. Di
industri perbankan, para bankir harus mengantongi sertifikat manajemen
risiko. Manajemen risiko juga melekat dalam industri asuransi karena
perusahaan asuransi adalah institusi yang menerima pemindahan risiko
(risk transfer) dari pemegang polis.

Namun, bicara tentang manajemen risiko hanya di perbankan dan asuransi,
ini berarti ketinggalan zaman. Semua industri, bahkan semua institusi,
pasti menghadapi risiko yang harus dikelola dengan baik.

Pengelolaan risiko saat ini tidak lagi dilakukan dengan metode lama.
Bahkan asuransi kini dianggap sebagai metode konvensional pemindahan
risiko. Banyak risiko yang perusahaan asuransi tidak berani
menjaminnya. Imbasnya, muncullah alternative risk transfer (ART) yang
mampu berperan sebagai skema lain penjaminan risiko.

Teknik pengelolaan risiko juga mengalami pergeseran. Dulunya
pengelolaan risiko dilakukan secara “silo”. Risiko pasar, risiko
kredit, dan risiko operasional ditangani terpisah dan oleh individu
berbeda. Pendekatan ini sudah kuno dan diganti dengan enterprise risk
management (ERM).

ERM yang juga bernama lain firm-wide risk management, global risk
management, integrated risk management, dan holistic risk management,
adalah kerangka kerja komprehensif dan integratif untuk mengelola
risiko, termasuk transfer risiko untuk memaksimalkan nilai perusahaan.

Buku ini mengurai tiga bentuk pengintegrasian dalam ERM. Pertama,
pengintegrasian organisasi risiko yakni perlunya dibentuk unit
manajemen risiko dalam perusahaan. Kedua, pengintegrasian strategi
risiko atas produk pemindahan risiko. Ketiga, pengintegrasian manajemen
risiko dalam bisnis perusahaan. Pada tahap ketiga ini, manajemen risiko
menjadi senjata ofensif manajemen (hal. 45).

Penulis tidak cuma meyakinkan bahwa manajemen risiko yang tepat bisa
terhindar dari kegagalan seperti yang terjadi pada korporasi besar
sekelas Enron, Barings Bank, dll. Manajemen risiko justru dapat menjadi
senjata ampuh dalam meningkatkan nilai perusahaan.

Spektrum luas

Kebanyakan buku di pasaran, berbicara manajemen risiko di sektor bank
atau asuransi. Buku ini adalah satu dari sedikit buku manajemen risiko
non-perbankan yang bisa mengurai tentang manajemen risiko dalam
spektrum lebih luas.

Buku ini disuguhkan dalam pendekatan sangat praktis yang tidak sulit
untuk dicerna. Penyajian tren di dunia tentang pengelolaan risiko,
membukakan mata kita bahwa teknik manajemen risiko yang saat ini
berkembang di negeri kita ini sudah usang.

Dalam 20 bab, cakupan buku ini terlalu luas. Efeknya, tidak ada
pembahasan jenis risiko yang disajikan secara dalam. Untunglah, Lam
tetap bisa menghadirkan pembahasan atas tiga jenis risiko yakni risiko
kredit, risiko pasar, dan risiko operasional sedikit lebih detil.

Sebagai pembanding, buku Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi”
(Bramantyo Djohanputro, Penerbit PPM, 2004), akan menambah kelengkapan
khasanah pengetahun manajemen risiko karena lebih rinci mengulas
berbagai macam risiko perusahaan dan cara mengelolanya.

Munawar Kasan

Dosen STMA Trisakti & Koordinator Indonesia Readers Society

bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: