Discre

Discretionary Fund
E-mail

ImageDISCRETIONARY FUND
Sebagai produk alternative investasi dari Manager Investasi

Imas Suryati Sihombing, M.M, AWM
Senior Wealth Advisor
PT. NatPac Asset Management

Mendengar
kata “Discretionary fund” beberapa orang bertanya, “wah, produk apa
tuh?”, “apakah karakternya sama seperti  reksadana?”, sementara
beberapa lainnya menyatakan, “oh, yang mirip term deposit tapi mampu
kasih bunga tinggi itu ya? atau “produk investasi yang punya syarat
minimum investasi  sangat besar dibanding dengan produk lainnya”… 
pertanyaan ataupun pendapat masyarakat  tentang produk discretionary
sangatlah beragam seiring dengan belum terlalu familiar nya produk ini
di masyarakat umumnya.

Discretionary fund, apa tuh?

Dewasa
ini alternative investasi telah berkembang dengan cepat melalui
berbagai produk-produk investasi yang dikeluarkan baik oleh perbankan
ataupun perusahaan-perusahaan pengelola dana individu dan private
seperti Manager Investasi. Perkembangan dan inovasi produk-produk
investasi ini terjadi sebagai upaya dalam menghadapi volatilitas pasar
yang terus meningkat seiring dengan meningkat nya pula hasrat
masyarakat untuk berinvestasi pada jenis investasi yang dapat
memberikan absolute return atau return yang optimal.

Maka,
sebagai suatu alternative investasi, beberapa Manager Investasi pun
telah mengembangkan pengelolaan produk investasi nya dalam bentuk Discretionary fund atau dikenal pula dengan sebutan Private fund.

Discretionary
secara harafiah berarti keleluasaan. Dalam mengelola produk
discretionary, belum ada aturan-aturan khusus yang dikeluarkan
regulator untuk membatasi pengelolaannya, sehingga Manager Investasi
memiliki keleluasaan dalam menempatkan dana kelolaannya ke dalam
berbagai macam instrument investasi.  Sedangkan di pihak investor,
mereka memiliki keleluasaan dalam menentukan arah investasi nya kepada
Manager Investasi selaku pengelola dana. Bersama dengan Manager
Investasi, investor leluasa menentukan strategi investasi yang
disesuaikan dengan profil dari investor, menentukan time horizon serta
expected return atas investasi yang dilakukannya. Yang kemudian
kesepakatan pengelolaan yang terjadi diantara kedua belah pihak
tersebut (Investor dan Manager Investasi) dituangkan dalam suatu
kontrak perjanjian pengelolaan dana.

Investasi dalam bentuk
discretionary fund ini lazimnya memiliki jumlah minimum investasi yang
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah minimum investasi pada
produk-produk investasi lain seperti Reksa Dana, sekuritas, produk
derivatives ataupun term deposit perbankan. Jumlah minimal investasi
untuk Discretionary Fund umumnya US$ 1,000,000.

Mekanisme
pembayaran imbal hasil produk discretionary fund biasanya dilakukan
tiap bulan atau dalam  beberapa bulan sekali sesuai kebutuhan investor
dan kesepakatan kedua belah pihak. Demikian pula dengan locking period
atau jangka waktu dalam pengelolaan produk discretionary ini beragam
sesuai kesepakatan, ada yang  3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Mekanisme
pembayaran bunga dan jangka waktu inilah yang mungkin membuat
discretionary ini mirip seperti produk term deposit (deposito)
perbankan.  Akan tetapi karena strategi pengelolaan nya, maka biasanya
bunga atau return yang diperoleh dari produk discretionary jauh lebih
besar dibanding produk term deposit nya perbankan.

Reksa Dana dan Discretionary fund

Kedua
diatas adalah merupakan jenis-jenis produk investasi kelolaan dari
Manager Investasi. Dimana investor  menunjuk dan menyerahkan sejumlah
dana nya kepada Manager Investasi untuk dikelola secara professional ke
dalam jenis-jenis produk tersebut diatas.

Selama ini kita
mengenal bahwa hanya reksa dana lah produk kelolaan Manager Investasi,
yang dalam pengelolaannya produk ini dibatasi atau diatur dengan
Peraturan Bapepam-LK seperti Peraturan Bapepam-LK No.IV.B.1.
tentang pengelolaan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif,
juga Peraturan Bapepam-LK No.IV.C.4 tentang pengelolaan reksadana
terproteksi, reksa dana dengan penjaminan dan reksa dana indeks
.
Hal tersebut membuat  reksa dana menjadi memiliki batasan-batasan yang
ketat dalam pengelolaannya, misalnya tidak boleh melakukan short
selling maupun margin trading/leverage. Produk reksa dana juga dikenal
dengan istilah regulated fund products.  

Berbeda dengan reksa
dana, Manager Investasi dalam mengelola discretionary memiliki
keleluasaan mengelola, dimana dalam hal ini belum ada aturan yang
dikeluarkan khusus untuk membatasi ruang gerak atau system pengelolaan
dana discretionary. Manager Investasi leluasa dalam menempatkan dana
kelolaannya di berbagai macam instrument investasi baik di pasar uang,
pasar modal dan juga derivative market seperti future dan forward
contract, option dan swaps secara lintas Negara, lintas market dan
lintas produk.

Akan tetapi sekalipun profesionalisme Manager
Investasi dalam pengelolaan dana-dana discretionary tidak dibatasi,
seyogyanya para manager investasi harus memperhatikan batasan-batasan
yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK V.G.1 tentang perilaku yang dilarang oleh Manager Investasi di dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengelola dana masyarakat.

Kenapa Discretionary fund?

Sejatinya
produk Discretionary Fund adalah skill base investment, strategi
Manager Investasi berusaha untuk menghasilkan positif dan konsisten
return dalam kondisi yang apakah sedang bullish maupun bearish. Karena
fleksibilitas yang dimiliki Manager Investasi dalam mengelola produk
discretionary ini, memungkinkan para Manager Investasi melakukan suatu
transaksi yang menguntungkan tanpa terpengaruh oleh keadaan pasar atau
trend.

Discretionary fund menjadi sangat popular sebagai
alternative investasi terutama bagi para investor yang berpengalaman
dan yang memiliki ukuran dana besar, baik itu investor individual atau
dikenal dengan istilah high networth individual atapun institusi
seperti Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi juga Charities dan lainnya,
dimana mereka ingin meningkatkan kesejahteraaan/wealth dengan ikut
serta berinvestasi pada sektor pasar modal dan instrument investasi
lainnya, tetapi memiliki waktu yang terbatas untuk bisa memantau
perkembangan pasar juga portfolionya dari hari ke hari. Maka peran
professional Manager Investasi sangat dibutuhkan. Manager Investasi
akan mampu memahami profil investor dan tujuan daripada investasinya.

Dengan
kata lain bahwa portfolio discretionary ditujukan bagi investor yang
meskipun tertarik pada perkembangan dan komposisi porfolionya, tetapi
memberikan keputusan investasi akhir dan managemen harian atas
portfolionya kepada professional manager investasi.

Resiko Investasi

Meskipun
return yang dihasilkan tidak berkolerasi langsung dengan market, bukan
berarti bahwa discretionary fund adalah bebas risiko. Secara umum
investor akan dihadapkan kepada risiko yang tidak berkaitan langsung
dengan pasar, yaitu risiko yang dimungkinkan karena fleksibilitas yang
dimiliki oleh Manager Investasi dalam menggunakan berbagai macam
strategi investasi.

Kemana berinvestasi di Discretionary Fund?

Sekiranya
ada pihak yang ingin berinvestasi dalam bentuk discretionary fund,
tentunya bisa menghubungi perusahaan-perusahaan yang memiliki ijin
usaha dari Bapepam sebagai Manager Investasi dan yang memiliki kelolaan
produk discretionary tentunya.

Tips yang bisa diberikan bagi
investor yang ingin berinvestasi dalam bentuk discretionary fund adalah
carilah Manager Investasi yang telah memiliki pengalaman yang cukup
dalam mengelola produk discretionary dan pastikan bahwa bentuk
kerjasama yang tertuang dalam kontrak pengelolaan dana sudah sesuai
dengan profil anda dan tujuan anda berinvestasi.

Let’s your asset grow with discretion!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: