ulang Tahun

Oktober 18, 2013

pulsa murah

September 30, 2009

Catatan Kehidupan: Jualan Pulsa Lewat Internet

Kamis, 2009 Januari 22
Jualan Pulsa Lewat Internet
Posted by admin at Kamis, Januari 22, 2009 Labels: Pulsa
Reactions:
Memang di internet kita bisa apa saja, percaya gak? mungkin asal kita mau berusaha sedikit saja semuanya bisa menjadi duit. Saya bisa ngomong gitu karena saya nyoba2 jualan pulsa lewat internet. Awalnya saya pesimis masak ada sich yang mau beli pulsa lewat internet, tapi modal iseng dan coba2 saya mencoba untuk membuat blog untuk jualan pulsa yang bisa bayar pake Paypal.he2.. ternyata ada juga yang beli..tinggal pasang daftar harga dan pasang YM status..

Memang sich yang beli masih segelintir orang, tp nantinya kl di seriusin bisa aja tuch banyak yang beli, lagian sekarang Paypal sudah menjadi bagian dari hidup di internet. So intinya dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan..dan nemu duwit..

Dan satu lagi carilah teman sebanyak2nya dengan aktif di forum2 atau bisa blogwalking dengan meninggalkan komentar2 yang bagus, jangan cuman nunut (ikut) ngiklan saja. Yang punya banyak modal mungkin blog bisa dimanfaatin dengan jualan yang lain misal buku, kaos, kerajinan, jasa dan lain2. Gak usah mikirin harus menggunakan website yang canggih atau yang bagus pakai model yang sederhana dulu, latihan dulu..

Misal kalo ada yang mau coba beli pulsa pake paypal silahkan kunjungi blog ini Pulsamurah.oggix.org
Postingan Terkait Lainnya :
Pulsa

Survey Sanberis

November 3, 2008
Hasil Survey Pengawasan Berbasis Risiko
PDF

Cetak

E-mail

Ditulis Oleh Staff Dapentel

  
Monday, 17 December 2007
Aspek Pendanaan dan Rasio Pendanaan merupakan aspek terpenting dalam
menilai tingkat kesehatan dana pensiun” demikian salah satu hasil
survey yang dilakukan oleh Biro Dana Pensiun BAPEPAM-LK

Dalam rangka
memberikan keyakinan yang memadai atas indikator risiko dana pensiun dan alat
analisis serta kertas kerja analisis yang digunakan untuk mengukur risiko dan
tingkat kesehatan dana pensiun, Biro Dana Pensiun BAPEPEM-LK beberapa waktu
yang lalu menyelenggarakan survey tentang pengawasan berbasis risiko.
Kuesioner disebarkan
ke responden Dana Pensiun, Akuntan dan Aktuaris yang pekerjaan berkaitan dengan
penyelenggaraan pengelolaan dana pensiun.

Dari
hasil survey didapat bahwa ”aspek pendanaan merupakan aspek terpenting
dalam menilai tingkat kesehatan dana pensiun, sedangkan bagi dana pensiun yang
menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti (PPMP) rasio pendanaan merupakan
indikator utama dalam mengukur tingkat kesehatan dana pensiun”
. Indikator
lain yang digunakan untuk mengukur kesehatan dana pensiun adalah Kompetensi
Pengurus dan Dewas, Kebijakan penempatan investasi, komitmen pemberi kerja
dalam mambayar iuran, kecenderungan perubahan asumsi aktuaria dan kepatuhan
terhadap implementasi tata kelola dana pensiun.

Hasil
survey dibidang investasi menyatakan bahwa jenis investasi yang memiliki risiko
tinggi berdasarkan urutan adalah penyertaan langsung saham (53%), saham dan
obligasi (18%), Surat Pengakuan Utang (17%) dan Tanah & Bangunan (12%),

Pelaksanaan
sosialisasi hasil survey pengawasan berbasis risiko diselenggarakan pada
tanggal 14 Desember 2007 bertempat di Ruang Serba Guna gedung Dana Pensiun
Telkom Bandung yang diikuti oleh Pengurus Dana Pensiun di Lingkungan Asosiasi
Dana Pensiun Indonesia (ADPI) KOMDA IV Jabar-Banten, dalam kesempatan tersebut
dipresentasikan pula pengelolaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Dana
Pensiun Telkom. (Sek_Dapentel)

 

Update Terakhir ( Tuesday, 05 February 2008 )

Moral Hazard

Oktober 20, 2008


The Life of Socrates
Sunday, October 19, 2008

Moral Hazard dan Parodi Bernama Sarbox

Di tahun 1930 saat terjadi The Great Depression, posisi fundamental bank sebelum krisis adalah kuat dan solvent. Krisis perbankan meluas saat terjadi bank run dimana akibat kejadian tersebut bank menjadi kehilangan likuiditas. Hal ini diperparah dengan kebijakan otoritas keuangan yang pada saat itu tidak memberikan bantuan likuiditas sehingga perbankan menjadi bankrut. Sedangkan saat ini, posisi perbankan di US dalam keadaan tidak solvent dan secara fundamental sudah rapuh. Bedanya, otoritas keuangan US memberikan suatu jaminan bantuan likuiditas dalam jumlah significant kepada perbankan.

Dalam situasi dimana perbankan tidak solvent maka seberapa besar peranan bantuan likuiditas terhadap ketahanan sektor perbankan. Kita punya kejadian yang kurang lebih sama di tahun 1998 saat pemerintah melalui Bank Indonesia memberikan bantuan likuiditas. Hasilnya? Dalam sepuluh tahun seiring membaiknya kondisi ekonomi riil, maka kebijakan BLBI, implementasi corporate governance dan berbagai perbaikan sistem telah membuat perbankan Indonesia mencapai posisi fundamental yang lebih baik.

Tetapi, perlu diingat bahwa BLBI sendiri telah meninggalkan noda kotor pada sistem yang hingga kini tidak dapat dicuci bersih. Dengan kata lain, berapa besar dana yang menguap, tidak produktif dan (mungkin) kontra produktif, belum dapat dibuktikan. Kondisi yang sama terjadi di US dimana kebijakan bantuan likuiditas sarat dengan moral hazard, lemahnya corporate governance dan nuansa politis. Bukan tidak mungkin, akan terjadi noda kotor yang dapat mempengaruhi efektifitas pemulihan sektor keuangan di US.

Bila ditilik lagi kejadian sebelum krisis 98 maka sumber dari permasalahan di perbankan adalah moral hazard dan lemahnya corporate governance. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia tetapi mewabah di seluruh Asia Timur dan Tenggara. Seakan akan moral hazard melekat pada bangsa di Asia.

Sekarang, kejadian berbau moral hazard justru terjadi di US yang dulu sibuk gembar gembor soal pentingnya corporate governance dan buruknya dampak dari moral hazard. Bedanya, potensi moral hazard justru terjadi bukan pada saat pengucuran kredt melainkan pada saat bantuan likuiditas digelontorkan kepada segelintir institusi keuangan. Akan kemana dana tersebut mengalir? Paulson sendiri menghimbau agar eksekutif perbankan menggunakan dana tersebut untuk menghidupkan kembali pasar kredit. Apakah himbauan saja dapat menebas habis faktor moral hazard?

Ingatkan anda tentang Sarbanes Oaxley Act atau Public Company Accounting Reform and Investor Protection Act of 2002 yang dikenal dengan sebutan SOX atau Sarbox? Reformasi Akuntansi dan Perlindungan Investor. Ternyata Sarbox dapat diabaikan begitu saja.

Dan ternyata moral hazard milik semua bangsa……

Posted by Socrates Rudy Sirait, PhD at 11:38 PM

PPIP PNS

Oktober 20, 2008

REPUBLIK INDONESIA – Pensiunan PNS Akan Diubah Menjadi Sistem Iuran Pasti

Pensiunan PNS Akan Diubah Menjadi Sistem Iuran Pasti PDF Print
20-08-2007
Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, sistem pensiun pegawai negeri sipil (PNS) akan dilakukan perubahan dari sistem mapan pasti menjadi sistem iuran pasti seperti yang telah dilakukan beberapa BUMN.

“Dengan sistem iuran pasti akan lebih terlihat akuntabilitynya bagi pemerintah, tetapi jika beban-beban yang ada belum terselesaikan maka akan sulit diterapkan sistem tersebut,” kata Meneg BUMN Sofyan Djalil usai acara pembukaan Taspen executive meeting di Jakarta, Senin (20/8).

Menurut dia, Menteri Keuangan pun telah menyadari perlu adanya perubahan sistem pensiun tersebut, PT.Taspen sebagai usaha BUMN akan terus melakukan perbaikan sistem pensiun pegawai negeri.

“Jika sistem pensiun atau dana pensiun PNS ini sudah bagus, maka nanti melaksanakan undang-undang tentang jaminan social akan jauh lebih baik,” katanya.

Direktur Utama PT.Taspen Achmad Subianto mengatakan, PT.Taspen pada saat ini mengelola dua sistem untuk pensiunan pejabat negara yang diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk menggunakan sistem yang dikehendakinya.

Sistem pensiun mapan pasti seperti yang ada sekarang untuk pejabat negara dan anggota DPR, dirasakan sangat membebani pemerintah dalam pembayaran, sedangkan sistem pensiun untuk PNS, Menkeu Sri Mulyani meminta Tapen agar melihat kembali secara keseluruhan.

Pada saat ini PNS memperoleh dua macam pensiunan yaitu pensiun bulanan dan lum sum, sedangkan di BUMN hanya 5 (lima) tahun memperoleh lum sum dan tidak ada uang pensiun.

Menurut Achmad Subianto, mulai saat ini pemerintah harus memikirkan sistem pensiun PNS, TNI/Polri, pensiun karyawan BUMN dan pensiun karyawan swasta, jangan sampai menjadi beban bagi pemerintah dikemudian hari. (T.Rmg/toeb/c)

(Sumber: http://www.bipnewsroom.info)

Investasi?

Oktober 17, 2008

Kalau mau investasi yg aman, sekarang ini coba saja di Reksadana terproteksi (dgn
syarat dana yg di investasikan adalah idle, bukan untuk keperluan sehari-hari)

sebagai contoh simulasinya adalah sebagai berikut :

Nama produk: Batavia Proteksi Nusantara, Maksimum Investasi (plus asuransi jiwa), Fortis Protek Plus, dll…

Ddijual di: berbagai bank (coba di mandiri / permata)

Minimum investasi : 50jt

periode : biasanya 2-3thn

return : +/- 10% – 18%

Contoh return 17.74% (stabil selama 3th), maka setelah 3 thn uang anda akan menjadi Rp 81,609,759.64

Bila ternyata turun, misal setelah 3 thn ternyata nilai investasi anda
menjadi 45jt, maka yg anda dpt adalah sesuai nilai invest awal anda
(50jt) >>> aman!

Note:
Investasi bisa ditarik (sebagian atau semua) sebelum 3 thn, tp dikenai charge

Coba tanya2 dulu di bank mandiri atau bank permata, mereka bisa jelasin lebih detail.

Kredit BTPN

Oktober 16, 2008

btpn NEWS: GEBYAR KEMERDEKAAN, Kredit Pensiun Bunga 1,08%

Friday, August 04, 2006
GEBYAR KEMERDEKAAN, Kredit Pensiun Bunga 1,08%
Memasuki bulan Agustus 2006, bank BTPN mengadakan program baru yang dinamakan Gebyar Kemerdekaan. Produk yang diunggulkan pada Gebyar ini adalah Kredit Pensiun dengan memberikan sukubunga spesial yakni 1,08 % p.a.
Untuk mendapatkan fasilitas kredit dengan sukubunga 1,08% ini persyaratannya antara lain adalah Status Pensiunan, Jangka waktu maks. 3 tahun (36 bulan), Copy karip, KTP, kartu keluarga, kwitansi pemby. pensiun terakhir.

Selain penurunan sukubunga khusus pada bulan Agustus, para peminjama juga mendapatkan souvenir-souvenit menarik, antara lain topi dan kaos berlogo bank BTPN yang baru.

Di KC. Palembang, untuk menyukseskan Gebyar Kemerdekaan, sebagian besar karyawan dikerahkan untuk membagi brosur dan turun ke Kantor-Kantor Pos menawarkan program Gebyar ini kepada para Pensiunan. Hal ini juga dalam rangka memenuhi target penyaluran sebesar Rp. 14,8 Milyar untuk bulan Agustus 2006. “Kita optimis, mampu meraihnya,” ungkap Edison S. Pinca BTPN Palembang, saat pengarahan kepada para petugas marketing (Red.)
Diposkan oleh Prabu G di 11:36 AM
0 komentar:

Tambahan MP

Oktober 16, 2008

<!–[if gte mso 9]>

Normal
0

MicrosoftInternetExplorer4

<![endif]–>
<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:””;
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>
<!–[if gte mso 10]>

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

<![endif]–>

Tambahan Manfaat Pensiun

Contributed by Sadhono Hadi

 

I. Latar Belakang

Para pensiunan, khususnya
pensiunan BUMN, banyak yang belum beruntung. Pada usianya yang sudah renta,
fisik yang tidak berdaya, menerima Manfaat Pensiun (MP) yang jauh dibawah batas
perikemanusiaan. Masih ribuan pensiunan menerima Manfaat Pensiun (MP) tidak
lebih dari Rp.100.000,- per bulan. Undang-undang, khususnya UU 11/1992 tidak
berpihak kepada mereka, dalam UU tersebut memang ada peluang untuk menaikan
Manfaat Pensiun (MP), namun hampir tidak mungkin terjadi tanpa belas kasihan
Direksi BUMN dan performansi keuangan Dana Pensiun BUMN tersebut. Ambil contoh,
BUMN yang saat ini paling gemerlap, TELKOM, para pensiunannya, khususnya yang
pensiun sebelum Juli 2002, masih sekitar enam ribu orang dibawah Rp. 500.000
per bulan, diantaranya ribuan orang menerima tidak lebih dari Rp. 300.000,- per
bulan, bahkan masih ada yang menerima kurang dari Rp. 100.000,- per bulan.
Melihat ketimpangan ini, apakah kita yang masih muda, masih kuat, masih diberi
rejeki berlebih dari Yang Maha Kuasa tidak berbuat sesuatu ? Program Tambahan
Manfaat Pensiun (TMP) ini, untuk sementara masih diperuntukan

untuk para pensiunan TELKOM yang
menderita, namun dimasa yang akan datang, tentu tidak tertutup kemungkinan untuk
BUMN lain, yang parah dari TELKOM. Kami, dengan senang hati membantu manakala
ada inisiatif dari anda.

Apakah Program TMP Itu ? Program
ini disebut program Tambahan Manfaat Pensiun dengan cara swadaya, disingkat
dengan program TMP, dilaksanakan dengan program anuitas bekerja sama dengan
partner asuransi.. Program ini dimaksudkan untuk membantu para pensiunan atau
jandanya yang MP nya sangat kecil. Besarnya bantuan berupa tambahan Rp. 50.000
sebulan seumur hidup dan dilanjutkan oleh janda/duda-nya, pada saat pensiunan
meninggal sebesar Rp.37.500,-sampai yang bersangkutan meninggal. Bila pada saat
meninggal pensiunan tersebut masih menyisakan dana, maka dana tersebut dapat
dimanfaatkan oleh pensiunan yang lain.

Dari Mana Dana Untuk Program TMP
ini ? Dana untuk program ini diperoleh dari siapa saja individu-individu yang
memiliki rejeki berlebih dan yang menaruh simpati atas penderitaan para
pensiunan TELKOM atau jandanya yang memiliki Manfaat Pensiun yang kecil. Dana
juga diperoleh dari dana yang disisihkan dari bisnis perusahaan-perusahaan yang
bersimpati kepada penderitaan para pensiunan ini. Besarnya sumbangan tidak
ditentukan, berapa saja, kemudian setiap periode akan dikumpulkan dan diberikan
kepada yang berhak menerima sumbangan. Siapa Partner Yang Menyelenggarakan
Program Anuitas Ini? Dalam program awal ini, kami bekerja sama dengan PT
Asuransi Jiwasraya, (Persero) berupa program anuitas. Jiwasraya, sebuah BUMN
milik negara menerima titipan sejumlah setoran yang dibayar dimuka yang
besarnya beragam tergantung usia peserta, kemudian mengelolanya dan menanggung
pembayarannya langsung kepada para pensiunan atau jandanya. Dimasa depan
bilamana program ini berkembang, tidak menutup kemungkinan diundang perusahaan
asuransi yang lain. Siapa Individu Yang Berhak Menerima TMP?

Kami informasikan secara terbuka
siapa saja penerima dan calon penerima program TMP ini.Dalam situs ini, bisa
diklik “Waiting-list”, yang berisi daftar pensiunan yang
menunggu uluran tangan kita. Mereka dipilih dari urutan penerima MP yang paling
kecil. Bilamana ada lebih dari satu orang menerima MP yang sama, maka dipilih
urutan siapa yang lebih tua terlebih dahulu.Dalam situs ini pula, dengan
membuka menu “Penerima”, maka dapat dilihat daftar penerima
bantuan yang sudah menerima MP. Bagaimana Kita Bisa Berpartisipasi? Bagaimana

mengeceknya? Para dermawan yang
akan berpartisipasi dapat mentransfer dananya ke rekening yang khusus dibuka
untuk program Tambahan Manfaat Pensiun ini, – BCA Cabang Bandung A.Yani no.
4370827520 atas nama Sadhono Hadi. Mandiri Cabang Bandung Braga no. 132 00
0598943 0 a/n Sadhono Hadi Setoran akan bisa dilihat secara terbuka pada menu
“Laporan Bank” yang akan di update secara periodik. Dengan
demikian para dermawan bisa mengecek langsung penerimaan dan

penyaluran dana yang
disetorkannya. Sejak Kapan Program Ini Diluncurkan? Program awal TMP sudah
diluncurkan pada akhir tahun yang lalu, untuk program awal ini PT Jiwa Sraya
menghendaki minimum 25 orang, padahal dana sebesar Rp.34.500.000,- yang
terkumpul pada hut 27 September 2007 baru mampu untuk 8 orang, sehingga
organisasi Persatuan Pensiunan TELKOM (P2Tel) masih harus menalangi Rp.
38.568.556 untuk 17 orang lagi. Talangan ini diharapkan dapat segera
dikembalikan manakala dana segera masuk dari partisipasi anda.

PNS ke Iuran Pasti

Oktober 16, 2008

REPUBLIK INDONESIA – Pensiunan PNS Akan Diubah Menjadi Sistem Iuran Pasti

Pensiunan PNS Akan Diubah Menjadi Sistem Iuran Pasti PDF Print
20-08-2007
Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, sistem pensiun pegawai negeri sipil (PNS) akan dilakukan perubahan dari sistem mapan pasti menjadi sistem iuran pasti seperti yang telah dilakukan beberapa BUMN. 

“Dengan sistem iuran pasti akan lebih terlihat akuntabilitynya bagi pemerintah, tetapi jika beban-beban yang ada belum terselesaikan maka akan sulit diterapkan sistem tersebut,” kata Meneg BUMN Sofyan Djalil usai acara pembukaan Taspen executive meeting di Jakarta, Senin (20/8).

Menurut dia, Menteri Keuangan pun telah menyadari perlu adanya perubahan sistem pensiun tersebut, PT.Taspen sebagai usaha BUMN akan terus melakukan perbaikan sistem pensiun pegawai negeri.

“Jika sistem pensiun atau dana pensiun PNS ini sudah bagus, maka nanti melaksanakan undang-undang tentang jaminan social akan jauh lebih baik,” katanya.

Direktur Utama PT.Taspen Achmad Subianto mengatakan, PT.Taspen pada saat ini mengelola dua sistem untuk pensiunan pejabat negara yang diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk menggunakan sistem yang dikehendakinya.

Sistem pensiun mapan pasti seperti yang ada sekarang untuk pejabat negara dan anggota DPR, dirasakan sangat membebani pemerintah dalam pembayaran, sedangkan sistem pensiun untuk PNS, Menkeu Sri Mulyani meminta Tapen agar melihat kembali secara keseluruhan.

Pada saat ini PNS memperoleh dua macam pensiunan yaitu pensiun bulanan dan lum sum, sedangkan di BUMN hanya 5 (lima) tahun memperoleh lum sum dan tidak ada uang pensiun.

Menurut Achmad Subianto, mulai saat ini pemerintah harus memikirkan sistem pensiun PNS, TNI/Polri, pensiun karyawan BUMN dan pensiun karyawan swasta, jangan sampai menjadi beban bagi pemerintah dikemudian hari. (T.Rmg/toeb/c)

(Sumber: http://www.bipnewsroom.info)

Hello world!

Agustus 29, 2007

Selamat datang di blog kami, hari ini hari Rabu 29 Agustus 2007 di Jakarta, kuingin memulai sebuah gaya hidup yang lagi ngetrend, to be a blogger, viva blogger, dan salam kenal kepada semua blogger dan para simpatisannya, salam………..!!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.